Mutiara Kata Para Ulama dan Cendekia

Meninggalkan sesuatu bukan berarti mengharamkan atau melarang

Seseorang yang mendapatkan suatu madharat saat memakan sesuatu, maka ia dapat menahan diri untuk tidak memakannya, tanpa harus mengharamkannya. Orang yang meninggalkan sesuatu belum tentu mengharamkannya. Betapa banyak orang yang tidak makan ini dan itu, atau tidak menikah karena pada saat itu ia tidak menginginkannya atau karena alasan lain. Kemudian, ketika alasan atau udzur tersebut hilang maka ia memakannya. Nabi saw sendiri tidak makan daging biawak, dan hal itu bukan berarti beliau mengharamkannya.

(Asy Syatibi) 

[Dari Buku: Karena Ilmu mereka rela membujang/Syaikh Abdul Fattah/Zam-zam 2008/h.34-35]
Back To Top