Pencarian

Loading...

Hikmah This Week

Berlangganan

Monday, July 6, 2015

Kadar yang kadang tak disadar

Ada empat hal yang tidak diketahui kadar (nilai)-nya, kecuali oleh empat orang, yaitu: Nilai masa muda yang tidak diketahui kecuali oleh orang tua. Nilai keselamatan yang tidak diketahui kecuali oleh orang yang sedang ditimpa musibah. Nilai kesehatan yang tidak diketahui kecuali oleh orang yang sakit, dan nilai hidup kecuali oleh orang yang sudah mati.

(Hatim Al Asham)


[Terjemah Tanbihul Ghafilin jilid I/Abu Laits As Samarqandi/Toha Putra/ h.32-33]
Sunday, July 5, 2015

Rasanya mati

Wahai anakku, mati sangat jauh untuk bisa dilukiskan, namun aku akan sedikit melukiskan tentang mati, demi Allah seolah-olah pada bahuku ada gunung Radhwa, seolah-olah nyawaku keluar melalui lubang jarum, seolah-olah di dalam perutku terdapat pohon duri dan seolah-olah langit dikatupkan dengan bumi dan aku berada di tengah-tengahnya.

(Amr bin Al Ash)


[Terjemah Tanbihul Ghafilin jilid I/Abu Laits As Samarqandi/Toha Putra/ h.33]
Saturday, July 4, 2015

Apa yang dilakukan jika sadar kematian pasti datang

Barang siapa yang merasa yakin dan mengetahui bahwa kematian pasti akan datang kepadanya. Maka ia harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan senantiasa mengerjakan amal-amal perbuatan yang baik dan menjauhi amal-amal yang buruk, karena seseorang tidak tahu kapan mati itu akan datang.
   
(Al Hakim)


[Terjemah Tanbihul Ghafilin jilid I/Abu Laits As Samarqandi/Toha Putra/ h.30]
Friday, July 3, 2015

Yang tak boleh dilupakan orang berakal

Yang sama sekali tidak boleh dilupakan oleh orang yang berakal, yaitu ketidakkekalan dunia dengan segala pergolakannya, mati dan bencana yang ia tidak akan selalu aman daripadanya.

(Al Hakim)


[Terjemah Tanbihul Ghafilin jilid I/Abu Laits As Samarqandi/Toha Putra/ h.32]
Thursday, July 2, 2015

Menjaga amal agar tak hilang

 Menjaga (kontinuitas) ibadah itu lebih susah daripada mengerjakannya karena perumpamaannya adalah seperti kaca yang mudah pecah dan tidak bisa kena benturan. Demikian juga amal, bila tersentuh riya’ maka akan pecah, dan bila tersentuh ujub juga akan pecah.
Apabila seseorang hendak mengerjakan suatu amal perbuatan dan ia khawatir adanya riya’ pada dirinya. Bila dapat hendaknya ia menghilangkan riya’ dalam hatinya, dimana ia harus berusaha dengan sungguh-sungguh. Dan bila hal itu tidak mungkin, maka hendaknya ia tetap mengerjakan amal perbuatan meskipun ada perasaan riya’, kemudian mohon ampunan kepada Allah terhadap perasaan riya’ itu, mudah-mudahan Allah memberikan pertolongan untuk ikhlas pada amal perbuatan berikutnya.

(Abu Bakar al Wasith)


[Terjemah Tanbihul Ghafilin jilid I/Abu Laits As Samarqandi/Toha Putra/ h.20-21]
Wednesday, July 1, 2015

Agar pahala amal didapat di akhirat

Barang siapa yang ingin mendapatkan pahala amalnya nanti di akhirat, maka hendaknya amalnya itu benar-benar ikhlas karena Allah tanpa ada rasa riya’ (pamer) kemudian ia melupakan amal itu supaya rasa ujub (merasa heran terhadap diri sendiri) tidak menghilangkan pahala amal itu. Karena sebagaimana dikatakan bahwa menjaga (kontinuitas) ibadah itu lebih susah daripada mengerjakannya.

(Abu Laits as Samarqandi)   
 


[Terjemah Tanbihul Ghafilin jilid I/Abu Laits As Samarqandi/Toha Putra/ h.20]