Rabu, 17 September 2014

Harapkanlah kematian

Harapkanlah kematian ketika engkau masih hidup di dunia ini, sebelum engkau masuk alam dimana kalian mengharapkan kematian tetapi tidak terkabul, yakni di neraka. 

(Rabi bin Khaitsam)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 56]

Selasa, 16 September 2014

Tiga Pengalaman Kematian

Takutlah atas diri kamu sendiri itu lebih baik bagi kamu. Sebab, orang yang sudah mati sudah melewati tiga pengalaman, yaitu malaikat maut, rasa pedihnya kematian dan selamat dari su’ul khatimah (kematian yang menyedihkan). 

(Ibrahim al Zayyat)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 52]

Senin, 15 September 2014

Antara Dosa pada-Nya dan pada manusia

Menemui Allah dengan tujuh puluh dosa antara kamu dan Dia lebih ringan bagi kamu daripada menemui Dia dengan satu dosa antara kamu dan manusia.

(Sufyan al Tsauri)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 46]

Minggu, 14 September 2014

Semua kembali pada pelakunya

Pada hakikatnya, tidaklah seseorang berbuat zalim terhadap seseorang, tidak pula seseorang menyakiti seseorang. Sebab, Allah berfirman, “Barangsiapa berbuat baik, maka kebaikan itu untuk dirinya dan barangsiapa berbuat keburukan ,maka keburukannya juga untuk dirinya.” (QS. Fushilat : (41) : 46) 

(Ali bin Abi Thalib)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 46]

Sabtu, 13 September 2014

Menahan diri dari membalas

Seandainya seseorang berbuat zalim terhadapku, dan aku tidak membalasnya, maka yang demikian itu lebih aku sukai.

(Yahya bin Muadz)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 45]

Jumat, 12 September 2014

Patut mendapat murka Allah

Barangsiapa menolong seorang pelaku zalim atas kezalimannya atau mengajari alasan yang digunakan untuk merampas hak manusia muslim, maka ia telah patut mendapat murka Allah. 

(Abdullah bin Mas’ud)

[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 45]