Pencarian

Loading...

Hikmah This Week

Berlangganan

Monday, December 22, 2014

Apa kau ingin Allah mengubah dunia hanya karenamu?

Salah seorang nabi mengadu kepada Allah tentang sesuatu yang tidak disukai oleh kaumnya. Lalu Allah memberi wahyu, “Sampai kapan kamu mengadu kepada-Ku, padahal kamu bukanlah orang yang suka mencela dan mengadu? Begitulah awal keadaanmu di alam gaib. Mengapa kamu membenci kebaikan ketetapan-Ku terhadapmu? Apakah kamu ingin Aku mengubah dunia karenamu, dan mengganti lauhul mahfudz karenamu, atau menetapkan untukmu apa yang kamu inginkan, bukan yang Aku inginkan, atau yang kamu sukai dan bukan yang Aku sukai? Dengan kemuliaan-Ku Aku bersumpah, jika hal ini meragukan hatimu sekali lagi, maka sungguh Aku akan melepaskan kamu dari baju kenabian dan Aku akan memasukkan kamu ke neraka, dan Aku tidak peduli.

(Abdullah bin Salam)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 211]
Sunday, December 21, 2014

Kebodohan yang tak ada obatnya

Barangsiapa tidak ridho pada ketetapan Allah, maka kebodohannya tidak ada obatnya.

(Maimun bin Mahran)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 211]
Saturday, December 20, 2014

Sedih atas apa yang ada pada orang lain

Barangsiapa sedih atas apa yang ada di tangan orang lain, yakni hasud pada saudaranya atas rezeki yang diperolehnya, maka ia telah membenci ketetapan Allah.

(Wahab bin Munabbih)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 210]
Friday, December 19, 2014

Diantara puncak iman

Diantara puncak iman adalah pasrah kepada Allah.

(Abu Hurairah)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 210]
Thursday, December 18, 2014

Tidak ada sesembahan selain-Nya

Yang pertama ditulis oleh Allah dalam Lauhul mahfudz adalah, sesungguhnya Akulah Allah yang tidak ada sesembahan lain selain Aku. Muhammad adalah utusan-Ku. Barangsiapa tidak pasrah menerima ketetapan-Ku, tidak tabah menghadapi cobaan-Ku, dan tidak bersyukur atas nikmat karunia-Ku, maka jadikanlah selain Aku sebagai sesembahan. Barangsiapa pasrah menerima ketetapan-Ku, sabar menerima cobaan-Ku dan bersyukur atas nikmat karunia-Ku, maka ia aku tuliskan sabagai shiddiq (orang yang membenarkan). DanAku tentu akan membangkitkan kelakbersama orang-orang shiddiqin.

(Abdullah bin Abbas)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 210]
Wednesday, December 17, 2014

Yang memerangi Tuhannya

Barangsiapa diuji dengan cobaan lalu menyobek-nyobek baju atau memukul-mukul tubuhnya, maka ia seolah mencabut tombak untuk memerangi Tuhannya.

(Abu Said al Balkhi)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 210]