Senin, 01 September 2014

Allah memerintahkan untuk taat bukan maksiat

Sesungguhnya Allah telah memerintahkan ketaatan dan memberi pertolongan untuk taat, serta tidak menjadikan satu alasan pun untuk meninggalkannya. Dia melarang kemaksiatan dan tidak menjadikan satu alasan pun bagi orang yang melakukannya. Seandainya menghendaki agar tidak ada yang menentang-Nya di muka bumi ini, tentu Dia tidak menciptakan iblis, sebab, iblis adalah biang dosa.

(Umar bin Abd. Aziz)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 40]

Minggu, 31 Agustus 2014

Yang Mentaati-Nya berarti telah mengingat-Nya

Barangsiapa mentaati Allah, maka ia telah mengingat-Nya, meskipun ia sedikit menjalankan salat, puasa dan membaca Al Qur’an. Barangsiapa menentang-Nya maka ia telah melupakan-Nya. Di antara tanda ulama yang mengamalkan ilmunya adalah bahwa ia senantiasa dalam keadaan melakukan amal shalih.

(Abdullah bin Abbas)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 39]

Sabtu, 30 Agustus 2014

Empat hal yang lebih buruk setelah dosa

Empat hal setelah dosa yang lebih buruk dari pada dosa yaitu istighfar tanpa meninggalkan dosa itu, memandang remeh kelembutan dan kemurahan Allah, melakukan dosa terus menerus dan mengandalkan ampunan-Nya. Sekalipun amal ketaatan dilakukan setelah itu, boleh jadi Allah tidak mengampuninya.

(Awwam bin Hausyab)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 39]

Jumat, 29 Agustus 2014

Yang kecil pun akan dihitung

Fadhil bin Iyadh berkata saat menjelaskan firman Allah berikut, “Allah tidak melewatkan balasan amat kecil maupun besar melainkan semuanya Dia hitung.” (Al Kahfi : 49)
“Bahwa manusia yang banyak melakukan dosa terkejut karena ternyata yang kecil-kecil pun dihitung. Maka, apalagi yang besar.



[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 39]

Kamis, 28 Agustus 2014

Yang Menentang Akan Dihinakan

Allah senantiasa menghinakan orang yang menentang-Nya baik di dunia maupun di akhirat. Dan penghinaan itu dilakukan di tengah-tengah manusia. Seorang hamba yang melakukan dosa pada malam hari, maka di wajahnya senantiasa ada kehinaan.

(Hasan Al Bashri)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 39]

Rabu, 27 Agustus 2014

Buah Ketaatan

Seandainya dalam ketaatan tidak muncul cahaya dan kebersihan di wajah, cinta kasih dalam hati, kekuatan pada anggota badan, ketentraman dalam jiwa dan kepercayaan menjadi saksi di lingkungan manusia, maka itu semua cukup untuk meninggalkan dosa-dosa. 

(Ibnu as Sammak)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 38]