Pencarian

Memuat...

Artikel Populer

Berlanganan

Selasa, 21 Oktober 2014

Takkah kau takut kerugian di akhirat?


Seseorang diantara kami takut pada masalah dunia dan kemiskinannya, tetapi tidak takut pada masalah akhirat dan kerugiannya. Padahal, kerugian seseorang dari amal shalih di akhirat membuatnya jauh lebih memalukan. Oleh sebab itu betapa buruk apa yang kita lakukan.

(Yahya bin Muadz)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 102]
Senin, 20 Oktober 2014

Berinfaklah!


Berinfaklah, jangan takut kehilangan atau takut menelantarkan anak-anak kalian. Sebab, jika mereka beriman, maka Allah menjamin rezeki tanpa perhitungan. Namun jika mereka fasik, maka janganlah membantu mereka dalam kefasikan dengan hartamu.

(Abu Hazim)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 101]
Minggu, 19 Oktober 2014

Ada dalam hatinya, bukan tangannya


Kekuatan orang beriman ada dalam hatinya, sedangkan kekuatan orang kafir dan munafik ada di tangannya.

(Umar bin Abd.Aziz)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 95]
Sabtu, 18 Oktober 2014

Tanda orang beriman dan orang munafik


Diantara tanda-tanda orang yang beriman adalah mengerjakan amal-amal ketaatan, namun ia menangis. Sedangkan diantara tanda-tanda orang munafik adalah melupakan amal kebaikan, namun ia tertawa.

(Hatim al Ashamm)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 95]
Jumat, 17 Oktober 2014

Saling Menasehati


Apabila kalian melihatku menyeleweng dari jalan (yang benar), maka luruskanlah aku dan nasihatilah aku. Sebab, orang beriman senantiasa menjadi penasehat bagi saudaranya.

(Umar bin Khathtab)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 93-94]
Kamis, 16 Oktober 2014

Berdiri di hadapan-Nya saat malam adalah kehormatan terbesar



Janganlah melakukan maksiat terhadap Allah pada siang hari. Dia akan membangunkanmu dihadapan-Nya pada waktu malam. Sebab, berdiri sendirian di hadapan-Nya pada malam hari adalah suatu kehormatan terbesar. Sedangkan pelaku maksiat tidak berhak mendapat kehormatan itu. 

(Ibrahim bin Adham)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 86]