Pencarian

Loading...

Hikmah This Week

Berlangganan

Friday, May 29, 2015

Lebih baik dari pada orang yang duduk di masjid

Apabila seseorang berusaha dalam penghidupannya, maka ia lebih baik daripada orang yang duduk di masjid.

(Abu Qilabah)

[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 331]
Thursday, May 28, 2015

Langit tak menurunkan hujan emas dan perak

Janganlah seseorang diantara kalian duduk di masjid tanpa bekerja dan berharap Allah akan memberinya rezeki. Sebab, hal demikian bertentangan dengan Sunnah Nabi saw. Kalian mengetahui bahwa langit tidak menurunkan hujan emas dan perak.

(Amirul Mukminin Umar bin Khaththab)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/]
Wednesday, May 27, 2015

Ia telah menyenangkan Tuhannya

Barangsiapa mengambil dunia dari yang halalnya dan menafkahkan dalam keridhoan Allah swt, maka ia telah menyenangkan Tuhannya.

(Abu Hazim)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 327]
Tuesday, May 26, 2015

Tenang setelah kembali ke alam asal

Kita semua adalah cucu Adam. Satu keturunan berasal dari keturunan surga. Lalu iblis merampas kita dan mengeluarkan kita dari surga itu ke dunia yang fana dan binasa. Oleh sebab itu, tidak sepatutnya orang yang berakal bergembira dan tenang kecuali setelah kembali ke alam dari mana ia keluar.

(Wahab bin Munabbih)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 327]
Monday, May 25, 2015

Para pencari

Pencari dunia itu tidak mempunyai batas akhir dimana ia akan berhenti. Seperti halnya pencari akhirat, ia tidak mempunyai batas.

(Abu Sulaiman al Darani)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 326]
Sunday, May 24, 2015

Hubungan manusia dengan dunia

Barangsiapa memiliki dunia maka ia akan kepayahan. Barangsiapa mencintai dunia, maka ia menjadi budaknya. Yang sedikit dari dunia, tidak membuatnya puas.

(Wahab bin Munabbih)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 326]