Pencarian

Loading...

Hikmah This Week

Berlangganan

Saturday, February 28, 2015

Berbuatlah kebaikan


Berbuatlah kebaikan meskipun terhadap orang yang mengingkari kebaikan. Sebab, dalam timbangan amal kelak yang demikian itu lebih berat.

(Ali bin Abi Thalib)  


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 262]
Friday, February 27, 2015

Perbanyaklah yang tidak dimakan oleh api dan tanah


“Perbanyaklah sesuatu yang tidak dimakan oleh api dan tanah.” Orang-orang bertanya, Apa itu?” ia (Nabi Isa) menjawab “Yaitu kebaikan, sebab meskipun kebaikan itu tidak memberi manfaat langsung kepada orang yang mendapat kebaikan, namun itu tidak mendatangkan kecelakaan, baik dalam waktu dekat maupun jauh.”

(Nabi Isa as) 


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 261]
Thursday, February 26, 2015

Sebaik-baik muslim


Sebaik-baik orang muslim adalah yang menolong sesama muslim dan bermanfaat bagi mereka.

(Amirul Mukminin Ali) 


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 261]
Wednesday, February 25, 2015

Salah jalan!


Barangsiapa mencari kerelaan saudara-saudaranya tanpa berbuat kebaikan maka ia telah salah jalan.

(Maimun bin Muhram)  


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 261]
Tuesday, February 24, 2015

Harta tak akan menangisinya


Bagaimana seseorang diantara kamu kikir dengan dirham dan dinar terhadap saudaranya padahal apabila meninggal dunia, dinar dan dirham itu tidak menangisinya?  

(Abu Darda’)  


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 259]
Monday, February 23, 2015

Hak muslim atas muslim lainnya





Abdullah bin Umar pernah ditanya, “Apa hak muslim atas muslim lainnya?” Ia menjawab, “Hendaklah ia tidak kenyang dan membiarkan saudaranya lapar. Hendaklah ia tidak berpakaian dan membiarkan saudaranya tidak berpakaian. Dan hendaklah ia tidak kikir dengan warna putih (dirham) dan kuning (dinar).  



[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 259]