Rabu, 30 Juli 2014

Tuntutlah Ilmu Untuk Diamalkan

Tuntulah ilmu untuk diamalkan. Sebab, sesungguhnya kebanyakan orang melakukan kesalahan dalam urusan ini, mereka mengira bahwa keselamatan bisa diraih dengan ilmu tanpa mengamalkannya. 

(Sufyan al Tsauri)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 19]

Selasa, 29 Juli 2014

Tanda Orang Yang Suka Pamer

Diantara tanda-tanda orang yang suka pamer dengan ilmunya adalah bahwa ilmunya seakan-akan sebesar gunung, tetapi amalnya sebesar biji sawi. 

(Fadhil bin Iyadh)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 19]

Senin, 28 Juli 2014

Berhati-hatiah Pada Mereka

Berhati-hatilah kepada orang berilmu yang ilmunya digunakan untuk kepentingan dunia, jangan berteman dengannya. Sebab hiasan kata-katanya akan memperdaya kalian, sementara pujiannya pada ilmu dan orang berilmu yang tanpa amal akan membuat kalian terpesona. 

(Shalih Al Marri)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 19]

Minggu, 27 Juli 2014

Jangan Ajari Penuntut Ilmu Yang Tamak Dunia

Apabila kalian melihat penuntut ilmu yang setiap kali bertambah ilmunya bertambah pula hasratnya pada dunia, maka janganlah kalian ajari dia. Sebab, jika kalian mengajarinya, berarti kalian membantunya masuk neraka. 

(Sufyan bin Uyainah)

[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 18]


Sabtu, 26 Juli 2014

Ia adalah orang yang suka pamer

Apabila kalian melihat orang alim atau ahli ibadah merasa senang disebut orang baik di sisi para pejabat dan para hamba lain, maka ketahuilah bahwa ia orang yang suka pamer. 

(Fadhil bin Iyadh)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 18]

Jumat, 25 Juli 2014

Menuntut Ilmu Bukan Untuk Yang Demikian

Nasihat apa yang aku berikan kepada kalian, wahai para ulama? Dulu kalian adalah pelita yang menjadi penerang di seluruh negeri. Lalu sekarang kalian menjadi kegelapan. Dulu kalian adalah bintang-bintang petunjuk jalan dalam gelapnya kebodohan. Lalu kalian menjadi orang-orang bingung, dimana diantara kalian mendatangi pintu-pintu para pejabat lalu duduk di atas permadani mereka, makan makanan mereka, menerima hadiah-hadiah mereka, kemudian berkata, “Fulan meriwayatkan dan Fulan dari Rasulullah saw. berkata begini dan begitu. Demi Allah, mencari ilmu bukanlah demikian.

(Fadhil bin Iyadh)

[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 18]