Pencarian

Memuat...

Artikel Populer

Berlanganan

Sabtu, 01 November 2014

Rasa takut akan menyelamatkan


Manfaatkanlah rasa takut di dunia ini. Sebab, rasa takut akan menyelamatkanmu dari azab.

(Uwais al Qarni)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 114]
Jumat, 31 Oktober 2014

Lakukan amal shalih

Barangsiapa ingin tenang di dalam kubur, maka hendaknya ia tidak mempunyai perilaku buruk yang akan dibeberkan pada hari kiamat. Jika ia mempunyai perilaku buruk, maka selama berada di alam kubur ia akan terus dihantui oleh ketakutan hingga ia dibangkitkan dari kuburnya. Oleh sebab itu, lakukanlah amal shalih agar dapat tidur di alam kubur, dan bangun (dibangkitkan) seperti pengantin, jangan tidur lalu bangun seperti penjahat yang dicari penguasa untuk diberi hukuman berat.

(Ali al Khawwash)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 114]
Kamis, 30 Oktober 2014

Macam tangisan


Menangis itu ada sepuluh macam. Satu diantaranya adalah menangis karena Allah swt. Sedangkan sembilan lainnya adalah tangisan karena riya belaka. Apabila jenis tangisan yang karena Allah semata itu terjadi hanya sekali dalam setahun, maka orang itu selamat dari neraka, Insya Allah.

(Fadhil bin Iyadh)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 111]
Rabu, 29 Oktober 2014

Menangis karena takut pada-Nya


Menangis karena takut kepada Allah hingga keluar air mata lebih aku sukai daripada bersedekah emas sebesar gunung tetapi berhati keras.

(Ka’ab al Ahbar)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 111]
Selasa, 28 Oktober 2014

Mati hati lebih menyedihkan


Betapa mengherankan orang yang menangisi orang yang mati jasadnya, tetapi tidak menangisi orang yang mati hatinya. Padahal, kematian hati itu lebih menyedihkan.

(Yahya bin Muazd)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 109]
Senin, 27 Oktober 2014

Kapan Ia mengingatmu? Saat kau mengingat-Nya!


“Sungguh aku bisa mengetahui kapan Allah mengingatku.” Jika aku mengingat-nya, maka Dia pun mengingatku sebagaimana yang Dia firmankan.

(Tsabit al Banani)


[Dari Buku: Laa Taghtar – Jangan Terbuai/Ahmad Izzan/Penerbit OASE – Mata Air Makna/hal 108]