Kamis, 17 April 2014

Jadilah Sahabat Yang Baik

Sahabat yang paling berat bagiku adalah yang membebaniku dan aku harus mawas diri terhadap dirinya, sedangkan yang paling ringan di hatiku adalah yang jika aku bersama dia, sama saja ketika aku sedang sendirian. 

(Ja’far bin Muhammad)

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 121]

Kamis, 10 April 2014

Urus Dulu Adonan Rotimu!

Ibadah menurut pandangan kami bukan berarti engkau membuat kedua kakimu kepayahan dan orang lain menjadi payah karena melayanimu. Tetapi mulailah dengan mengurus adonan rotimu. Setelah itu, beribadahlah. 

(Abu Sulaiman Ad Darani)

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 95]

Rabu, 09 April 2014

Carilah Penghasilan Yang Halal

Wahai anakku, perhatikanlah mata pencaharian yang halal. Karena jika seseorang menjadi miskin, maka dia bisa terkena salah satu dari tiga perkara. Kelemahan dalam agamanya, kelemahan dalam akalnya dan kepribadiannya yang menurun. Yang lebih besar dari tiga perkara ini adalah adanya orang lain yang menganggap remeh terhadap dirinya. 

(Lukman Al Hakim)

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 95]

Selasa, 08 April 2014

Tiga Perkara Untuk Menunjukkan Cinta Pada Saudara

Tiga perkara engkau bisa menunjukkan cintamu kepadanya(saudaramu), memberi salam jika engkau bersua dengannya, memberinya tempat duduk dan memanggilnya dengan sebutan yang paling dia sukai.

(Umar bin Al Khatab)

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 118]

Senin, 07 April 2014

Dengan Siapa Seharusnya Wanita Menikah?

Ada seseorang bertanya kepada Al Hasan, “Dengan siapa aku harus menikahkan putriku?” Al Hasan menjawab, “Dengan laki-laki yang bertakwa kepada Allah, karena dia tentu akan mencintai putrimu dan memuliakannya, kalau pun dia marah kepadanya, tentu dia tidak akan menzhaliminya.
[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 89]

Minggu, 06 April 2014

Meski Hanya Dua Rakaat

Shalatlah dua rakaat, karena shalat ditengah malam itu bisa menyingkirkan dosa. 

(Thalhah bin Musharrif)  

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 77]

Sabtu, 05 April 2014

Nikmatnya Sholat Malam

Orang-orang yang mendirikan shalat malam lebih nyaman pada malam harinya daripada orang-orang yang bercanda ditempatnya bercanda. Andaikan tidak ada waktu malam, mereka merasa tidak ada gunanya hidup di dunia.

(Abu Sulaiman)

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 75]

Jumat, 04 April 2014

Hari-Hari Itu Berlalu, Kau Gunakan Apa Sisa Umurmu?

Wahai anak keturunan Adam, sesungguhnya engkau sama dengan hari-hari. Apabila satu hari sudah berlalu, berarti berlalu pula bagian dirimu. Maka hendaklah dia berpikir, samakah hari ini dengan hari kemarin? Jika dia merasa banyak kebaikan yang telah dilakukannya pada siang hari, hendaklah dia bersyukur kepada Allah agar dilimpahi taufiq. Jika tidak begitu, hendaklah dia bertaubat dan berhasrat menambal kekurangan ini pada malam harinya. Sesungguhnya kebaikan itu bisa menyingkirkan keburukan. Hendaknya ia juga bersyukur kepada Allah atas kesehatan tubuhnya. Sisa umurnya bisa digunakan untuk memeriksa kekurangan dirinya. Orang-orang salaf ingin agar sehari tidak berlalu sebelum mereka mengeluarkan shodaqoh dan berusaha melaksanakan kebaikan yang memang mungkin dilaksanakan.

(Al Hasan)

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 66]

Kamis, 03 April 2014

Khatamkan Al Qur’an!

Barangsiapa mengkhatamkan bacaan Al Qur’an maka dia memiliki doa yang dikabulkan.

(Ibnu Mas’ud)

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 54]

Rabu, 02 April 2014

Demikian Seharusnya Pembawa Al Qur’an

Orang yang membawa (membaca) Al Qur’an sama dengan orang yang membawa panji Islam. Dia tidak perlu bercanda dengan orang-orang yang suka bercanda, berkumpul dengan orang-orang yang suka bermain-main sabagai bentuk pengagungan dirinya.  

(Al Fudhail)

[Dari buku: Minhajul Qosidin – Jalan orang-orang yang mendapat petunjuk./Ibnu Qudamah/Pustaka Al Kautsar/hal 53]